Jakarta (ANTARA) - Sejumlah akses jalan menuju depan Gedung Parlemen Republik Indonesia di Jakarta masih belum dapat dilalui kendaraan, menyusul pembubaran massa aksi demonstrasi yang berlangsung sejak sore.
Pembubaran dilakukan dengan tembakan gas air mata pada Sabtu, pukul 18.30 WIB.
Pantauan ANTARA di lapangan, kondisi Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi terpantau sepi dari kendaraan.
Pihak kepolisian dan TNI, termasuk polisi militer, terlihat bersiaga di sekitar lokasi untuk membantu mengarahkan para pengguna jalan agar memutar arah.
Pengendara dari arah Gatot Subroto menuju Slipi diarahkan untuk mengambil Jalan Gerbang Pemuda Senayan sebagai jalur alternatif.
Selain itu, akses jalan tol S. Parman hingga gerbang tol Slipi juga ditutup sementara.
Sejak gas air mata diletuskan sekitar pukul 18.00 WIB, tidak terlihat adanya kendaraan yang melintas di ruas jalan tol tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Pengguna jalan yang ingin keluar dari Pejompongan dari arah Semanggi juga terpaksa mencari jalur alternatif lain karena akses tersebut ditutup.
Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi sisa-sisa massa yang masih bertahan di sekitar lokasi.
Hingga pukul 19.42 WIB, sebagian kecil massa demonstran masih terlihat bertahan di sekitar Jalan Gatot Subroto, meski jumlahnya sudah tidak sebanyak sebelumnya.
Pihak keamanan masih terus berupaya mengendalikan situasi dan memastikan keamanan serta kelancaran lalu lintas dapat kembali normal secepatnya.
Barisan petugas terlihat memperketat pengamanan di sekitar kawasan gedung MPR/DPR/DPD RI, pintu depan maupun belakang Gerbang Pancasila
Baca juga: 1.150 petugas dikerahkan untuk bersihkan sampah di Jakarta pascademo
Baca juga: Muhammadiyah minta semua pihak menahan diri, elit politik agar lebih sensitif
Baca juga: Pengguna sesalkan perusakan halte Transjakarta saat unjuk rasa
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.