Liputan6.com, Jakarta Sepak bola modern sering dituding kehilangan variasi taktik. Namun, perdebatan baru muncul tentang cara tim bertahan menghadapi free kick dan umpan-umpan silang.
Dalam beberapa tahun terakhir, strategi garis pertahanan tinggi menjadi standar di banyak liga. Namun, di Italia, tren berbeda muncul: Bertahan dengan garis rendah dan menggempur bola secara kolektif.
Yang mengejutkan, Arne Slot membawa pendekatan ini ke Liverpool. Timnya beberapa kali membentuk garis sangat dalam saat menghadapi situasi bola mati melawan Newcastle.
Laga yang berakhir dengan kemenangan 3-2 ini pun menampilkan sisi unik dari strategi bola mati Liverpool, termasuk satu momen yang justru berbuah gol untuk lawan.
Taktik Bertahan Free Kick Liverpool Jadi Sorotan
Sejak awal laga kontra Newcastle, Liverpool terlihat menggunakan pola bertahan free kick dengan garis sangat dalam. Posisi mereka sekitar 20 yard lebih rendah dari biasanya, memaksa eksekutor lawan seperti Kieran Trippier mencari opsi lain.
Pada kesempatan pertama, Trippier memilih umpan pendek ke Sandro Tonali yang kemudian melepaskan umpan jauh ke tiang jauh. Namun, Virgil van Dijk berhasil menyapu bola dengan kepalanya.
Trippier kembali mencoba pola serupa, kali ini melibatkan Bruno Guimaraes. Sayangnya, eksekusi bola mati itu tidak membahayakan karena terlalu mudah dipatahkan pertahanan Liverpool.
Beberapa kali percobaan Trippier lainnya juga mentok, termasuk ketika ia mencoba mengangkat bola melewati garis pertahanan Liverpool yang begitu dekat dengan gawang. Situasi ini membuat opsi serangan Newcastle jadi terbatas.
Newcastle Cari Celah, Gordon Hingga Elanga Turun Tangan
Dalam salah satu free kick berikutnya, Anthony Gordon mencoba trik berbeda dengan berdiri di posisi offside di belakang pertahanan Liverpool. Harapannya, ia bisa memanfaatkan kekacauan di kotak penalti.
Trippier pun mencoba mengarahkan bola ke Gordon. Namun, upaya itu gagal karena bola meluncur langsung ke pelukan Alisson.
Pada percobaan lain, Gordon sempat bekerja sama dengan Anthony Elanga. Sayangnya, bola yang dikirim ke Elanga melebar, dan umpan silangnya pun tak berbahaya.
Newcastle semakin mendesak di babak kedua setelah bermain dengan 10 orang. Mereka mencoba lagi mengirim bola panjang lewat Lewis Hall, tetapi Van Dijk dengan tenang maju untuk menghalau ancaman.
Kesalahan Fatal: Gol Penyeimbang Newcastle
Momen krusial terjadi ketika Van Dijk awalnya terlihat hendak mundur untuk menyambut bola. Namun, setelah melirik ke arah bangku cadangan, ia memberi instruksi kepada rekan-rekannya untuk menahan garis tinggi.
Perubahan mendadak ini membuat Ibrahima Konate harus berlari mundur sejauh 20 yard untuk menutup ruang. Kondisi itu membuatnya sulit melompat dengan baik saat duel udara melawan Dan Burn.
Bola akhirnya terlepas, memantul mengenai Konate, dan jatuh ke jalur William Osula yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Slot menjelaskan usai laga bahwa keputusan itu datang dari instruksi di pinggir lapangan. Ia mengakui langkah tersebut keliru meski dimaksudkan untuk mengurangi risiko bola kedua di kotak penalti.
Slot Akui Kesalahan, tapi Pertahankan Filosofi
Arne Slot menegaskan tidak adil menyalahkan Van Dijk atas situasi tersebut. Ia mengatakan kapten Liverpool hanya meneruskan instruksi dari bangku cadangan.
Menurut Slot, keputusan itu diambil karena banyaknya momen berbahaya lahir dari bola kedua, lemparan ke dalam, maupun sepak pojok. Namun, ia mengakui bahwa secara hasil, keputusan tersebut terbukti salah.
Menariknya, setelah kebobolan, Liverpool kembali ke pola garis pertahanan rendah. Hasilnya...