Liputan6.com, Jakarta Manchester United harus mengakui keunggulan Grimsby Town di ajang EFL Cup setelah dua pemain barunya justru gagal dalam babak adu penalti, Kamis (28/08/2025).
Pertandingan antara Grimsby Town melawan Manchester United ini merupakan bagian dari ronde kedua EFL Cup 2025/2026. Laga dimainkan di markas Grimsby, Blundell Park.
Pada duel ini, Ruben Amorim melakukan rotasi pemain. Meski begitu, sejumlah nama inti seperti Harry Maguire, Diogo Dalot, Patrick Dorgu, hingga Matheus Cunha tetap diturunkan sejak awal.
Namun, United kesulitan menghadapi permainan lawan. Padahal, Grimsby hanyalah klub peserta League Two, kasta keempat dalam piramida sepak bola Inggris.
MU Dipaksa Kejar Ketertinggalan
Grimsby kalah dalam hal penguasaan bola. Tetapi mereka mampu mencuri kesempatan dengan mencetak gol lebih dulu ke gawang Manchester United. Tak hanya satu kali, tetapi dua kali mereka menjebol gawang lawan.
Gol pertama hadir pada menit ke-22 melalui serangan balik cepat yang dituntaskan Charles Vernam dengan tembakan kaki kanan di dalam kotak penalti. Delapan menit kemudian, giliran Tyrell Warren mencetak gol kedua. Kali ini, Andre Onana gagal mengantisipasi umpan silang sehingga bola mudah disambar dari jarak dekat.
United baru bisa membalas di menit ke-75. Bryan Mbeumo melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang gagal dihalau pertahanan Grimsby. Gol penyeimbang akhirnya tercipta di menit ke-89 lewat sundulan Harry Maguire yang memanfaatkan umpan silang.
Adu Penalti Jadi Penentu
Setelah skor sama kuat, pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Momen ini berlangsung menegangkan hingga eksekusi panjang. Grimsby sempat berada dalam posisi tertekan ketika algojo ketiga mereka, Clarke Oduor, gagal mencetak gol.
Namun keunggulan itu tidak bisa dimanfaatkan MU. Eksekutor kelima mereka, Matheus Cunha, gagal menuntaskan tugas setelah tendangannya terlalu mudah dibaca oleh kiper Grimsby. Setelah itu, semua penendang kedua tim berhasil melaksanakan tugas dengan baik.
Pada akhirnya, penentu kekalahan MU datang dari Bryan Mbeumo. Eksekutor ke-13 ini gagal mencetak gol setelah bola tendangannya hanya mengenai mistar gawang. Grimsby pun menyingkirkan Manchester United dengan skor adu penalti 12-11, sekaligus membuat langkah Setan Merah berakhir di ronde kedua.
Tekanan Mental Dua Rekrutan Baru
Penunjukan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo sebagai eksekutor penalti krusial bukanlah tanpa alasan. Keduanya merupakan pemain anyar yang diharapkan memberi kontribusi penting di lini depan. Cunha memiliki pengalaman sebagai penyerang, sementara Mbeumo hadir untuk menambah kekuatan ofensif.
Sepanjang laga, Cunha tampil agresif dengan enam percobaan tembakan. Namun hanya satu yang tepat sasaran, dan ketika menjadi algojo, sepakannya justru mampu diantisipasi kiper lawan. Kegagalan ini menunjukkan betapa tekanan besar dapat memengaruhi konsistensi pemain di momen krusial.
Mbeumo sempat menjadi penyelamat tim dengan gol penyama kedudukan. Tetapi, di babak penalti, tendangannya ke arah gawang justru mengenai mistar. Kesalahan itu menjadi titik akhir perjuangan Manchester United di turnamen ini.
Kegagalan dua pemain baru tersebut menegaskan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi situasi adu penalti. Tidak hanya keterampilan menendang, tapi juga daya tahan menghadapi sorotan publik dan tekanan momen penentu. Ekspektasi besar pada pemain anyar seringkali berbenturan dengan realita, dan dalam kasus ini, Manchester United harus membayar mahal.