Liputan6.com, Jakarta Suasana euforia masih terasa di Emirates Stadium usai Arsenal memperkenalkan Eberechi Eze dan meraih kemenangan telak 5-0 atas Leeds United. Momen itu seolah memberi sinyal bahwa bisnis transfer The Gunners musim panas ini telah usai.
Namun, Mikel Arteta rupanya masih punya kejutan. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Arsenal sedang menggarap kesepakatan untuk memboyong bek Bayer Leverkusen, Piero Hincapie, ke London Utara.
Kedatangan Hincapie, yang juga merupakan bek kiri, akan semakin membuat lini pertahanan Arsenal sangat berlimpah. Mereka sudah memiliki William Saliba, Gabriel, Riccardo Calafiori, Jakub Kiwior, hingga Cristhian Mosquera.
Lantas, apa sebenarnya yang dicari Arteta dari Hincapie, dan apa yang bisa dibawa pemain 23 tahun asal Ekuador ini yang belum dimiliki Arsenal?
Profil dan Versatilitas Hincapie yang Dicari Arteta
Dari sudut pandang analitis, Piero Hincapie bukanlah pemain yang paling mudah untuk dinilai. Ia sama nyamannya bermain sebagai bek kiri di skema tiga belakang maupun sebagai wing-back yang melaju naik. Output permainannya sering kali dikendalikan oleh peran taktisnya.
Secara umum, kedatangan Alejandro Grimaldo ke Leverkusen pada musim panas 2023 membuat Hincapie sering bermain lebih dalam dan fokus dalam fase membangun serangan. Meski begitu, ia tetap memiliki banyak pengalaman menutupi berbagai posisi di sepanjang flank kirinya.
Hincapie masih mampu mendorong lini ke depan dan bertukar posisi dengan rekan setimnya, memilih momen yang tepat untuk menerjang ke sepertiga akhir lapangan dengan overlapping dan underlapping run. Kemampuan inilah yang membuatnya sangat menarik.
Kekuatan dalam Penguasaan Bola dan Agresivitas
Dalam laga-laga yang didominasi Leverkusen di bawah pelatih Xabi Alonso, Hincapie sering kali sangat terlibat dalam upaya membongkar pertahanan lawan dengan umpan-umpan dan carry ball progresif. Ia bahkan menyelesaikan lebih dari 100 umpan dalam tiga laga Bundesliga yang berbeda musim lalu.
Hampir seperempat (22,1 persen) dari total carry ball-nya musim lalu diklasifikasikan sebagai progresif, yang merupakan tingkat ketiga tertinggi dari semua bek Bundesliga. Ini membuktikan ia tidak takut mengambil risiko dalam penguasaan bola jika ruang terbuka.
Distribusi bola adalah poin kuatnya. Namun, yang akan membuatnya menjadi proposisi menarik bagi Arteta adalah agresi dan kekuatan yang dibawa Hincapie dalam lari tanpa bola dari peran wing-back, ditambah dengan kualitasnya dalam membangun serangan.
Kecocokan dengan Gaya Arsenal dan Ancaman Tambahan
Versatilitas adalah kata kunci dalam sepak bola modern, dan Hincapie membawa kemampuan genuin untuk bermain di dua posisi dengan standar tinggi. Ia akan dengan mulus masuk sebagai bek kiri dalam formasi tiga belakang Arsenal saat membangun serangan.
Eksplosivitasnya di sisi lebar adalah sesuatu yang tidak selalu dimiliki Arteta di sisi kiri. Kehadirannya, bersama channel run Viktor Gyokeres, dribel langsung Noni Madueke, dan individualitas Eze, akan membangun flank kiri yang sangat variatif.
Tanpa bola, proaktivitas dan kelaparannya yang menonjol. Ia telah bekerja keras untuk mengontrol agresivitasnya dan mempertahankan tingkat kemenangan tekel yang tinggi sambil menghindari kartu merah dalam dua musim liga terakhir.